Jumat, 16 Juli 2010 20:00 WIB News Share :

Pemerintah launching SNI bangunan tahan gempa

Jakarta –– Banyaknya gempa yang terjadi di Indonesia membuat Pemerintah segera mengeluarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pendirian bangunan atau gedung di Indonesia.

“Jadi kita sudah ada SNI untuk pembuatan perencanaan gedung-gedung agar gedung-gedung itu tahan gempa,” kata Menteri PU Djoko Kirmanto, di Gedung Bina Graha, kompleks Istana, Jakarta, Jumat (16/7).

Menurut Djoko, karena kenyataannya gempa sering sekali terjadi di Indonesia, maka sangat diperlukan SNI baru agar ke depan bisa membuat bangunan-bangunan yang lebih tahan gempa. Sebab SNI No 3/ 2002 dinilai sudah saatnya untuk direvisi.

“Jadi tindak lanjut yang diperlukan adalah revisi SNI No 3/ 2002 tentang perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung. SNI ini insya Allah akan diselesaikan teman-teman dari PU nanti bulan Agustus,” ujarnya.

Djoko juga mengatakan draf SNI yang baru ini akan segera selesai pada Agustus, dan drafnya nanti akan diskusikan antar Kementerian, dan Badan Pemerintahan. “Kita semua kasih komentar untuk nanti kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Guna mengeluarkan SNI baru, tutur Djoko, diperlukan peta gempa yang baru. Sambil menunggu SNI keluar, Djoko mengatakan kementeriannya telah mengedarkan peta yang baru. “Kami yakin itu lebih baik dari peta data yang dulu,” tandasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…