Jumat, 16 Juli 2010 23:41 WIB Wonogiri Share :

Jabatan Sekda Wonogiri diperpanjang

Wonogiri (Espos)–Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi dinilai telah melangkahi Perda dengan mengajukan perpanjangan masa jabatan Suprapto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri ke Presiden. Perda dimaksud adalah Perda No 16/2002 tentang Pemberhentian PNS dengan batas usia maksimum 56 tahun.

Sebagaimana diinformasikan, alih-alih memproses usulan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang mengajukan enam pejabat eselon II sebagai calon pengganti Sekda Suprapto yang akan pensiun tahun ini, Bupati malah mengajukan perpanjangan masa jabatan Suprapto. Hal itu memang tidak salah karena ada celah dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 32/1979 tentang Pemberhentian PNS yang mencantumkan batas usia pensiun (BUP) dapat diperpanjang hingga 60 tahun.

Namun, sejumlah anggota DPRD Wonogiri berharap Bupati tetap konsisten dengan Perda yang merupakan produk komitmen antara eksekutif dan legislatif. “Saya menyarankan agar Bupati tetap konsisten dengan Perda agar kewibawaan Perda sebagai produk kesepakatan eksekutif dan legislatif terjaga di mata masyarakat. Tapi kalau Bupati ngotot, ya silakan. Kita lihat saja nanti bagaimana keputusan dari pusat,” ungkap salah satu anggota Komisi A DPRD Wonogiri, Abdullah Rabbani, kepada Espos, Jumat (16/7).

Pada 2009 lalu, eksekutif pernah mengusulkan agar Perda No 16/2002 itu dicabut dan dibuat Perda baru sesuai PP No 32/1979. Namun, waktu itu, permohonan pencabutan itu ditolak oleh DPRD dengan alasan perpanjangan BUP akan menghambat regenerasi pegawai. Dengan demikian, Perda No 16/2002 sampai saat ini masih berlaku sebagai paying hukum yang mengatur kepegawaian.

shs

lowongan pekerjaan
BPR BINSANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…