Jumat, 16 Juli 2010 19:50 WIB Klaten Share :

285 Ha di Cawas nekat ditanami padi

Klaten (Espos)--Sekitar 285 ha lahan pertanian yang tersebar di Kecamatan Cawas nekat ditanami padi oleh para petani. Padahal, para petani sudah dianjurkan menanam palawija sebagai upaya memutus siklus hama wereng cokelat.

Camat Cawas, Ir Pri Harsanto kepada Espos, Jumat (16/7), mengatakan. 285 ha lahan pertanian yang ditanami padi itu tersebar di enam desa yakni Bawak seluas 44 ha, Cawas seluas 43, Plosowangi seluas 105 ha, Mlese seluas 17 ha, Pakisan seluas 3 ha dan Baran seluas 73 ha. Dia mengaku selama ini sudah menyosialisasikan anjuran petani menunda musim tanam padi guna memutus siklus hama wereng.

Akan tetapi, dia mengakui Pri, masih banyak petani yang mengabaikan anjuran itu. “Melalui pertemuan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) atau para petugas penyuluh lapangan (PPL), sosialisasi penerapan pola tanam yang ideal, yakni padi-padi-palawija sudah kami gencarkan. Akan tetapi, petani masih nekat menggunakan pola tanam padi-padi-padi,” tuturnya.

Selain menggencarkan sosialisasi pola tanam ideal, kata Pri Harsanto, sejumlah upaya lain sudah dilaksanakan untuk menyadarkan petani akan pentingnya membunuh siklus hama wereng cokelat. Di antaranya dengan membuka Posko pengendalian hama wereng dan pemberian surat edaran berisi anjuran petani menunda musim tanam padi.

Sebelumnya, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan Klaten, Wahyu Prasetyo menguraikan, upaya memutus rantai perkembangbiakan hama wereng cokelat dilakukan dengan eradikasi, beralih ke palawija atau menunda penanaman padi hingga September. Namun bagi petani yang nekat menanam padi, lanjutnya, akan terus didampingi dalam pengendalian wereng cokelat.

mkd/rei

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…