Jumat, 16 Juli 2010 14:45 WIB Wonogiri Share :

14 Kasus bunuh diri terjadi di Wonogiri dalam enam bulan terakhir

Wonogiri (Espos)–Peristiwa orang bunuh diri di wilayah Wonogiri kembali terjadi. Seorang warga Dusun Kajor RT 1/RW III Desa Sambiharjo, Kecamatan Paranggupito bernama Buhari, 47,  tewas gantung diri di pohon jati di belakang rumahnya awal pekan ini.

Peristiwa ini menambah panjang deretan tindak bunuh diri di Wonogiri yang semakin meningkat belakangan ini. Bulan Juni lalu saja, berdasarkan data Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpo dan Linmas) Wonogiri, Jumat(16/7), tercatat empat orang tewas karena bunuh diri. Sedangkan jika dihitung sejak Januari 2010, total sudah 14 orang. Jumlah tersebut, hampir menyamai jumlah orang yang bunuh diri sepanjang 2009 lalu sebanyak 15 orang.

Camat Paranggupito, Sariman, dalam laporannya yang diterima Pemkab Wonogiri, Jumat (16/7), mengungkapkan, Buhari ditemukan gantung diri dengan seutas tali senar warna kuning sepanjang 165 cm di pohon jati di belakang rumahnya, Senin malam.

“Tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan, sehingga bisa disimpulkan kematiannya murni karena bunuh diri. Disinyalir, korban menderita sakit dan stres bertahun-tahun tidak kunjung sembuh,” jelas Sariman.

Kasi Linmas Badan Kesbangpol dan Linmas Wonogiri, Suraji, ditemui di ruang kerjanya, mengungkapkan berdasarkan laporan yang masuk sepanjang Januari-Juni 2010, terdapat 14 kasus bunuh diri di Wonogiri. Kebanyakan tindak bunuh diri itu dipicu oleh depresi, tidak kuat menanggung beban ekonomi dan penyakit menahun.

“Pada empat kasus bunuh diri di bulan Juni 2010, dua di antaranya karena tidak kuat menanggung beban penyakit menahun,” jelas Suraji.

shs

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…