Kamis, 15 Juli 2010 18:57 WIB News Share :

Tak penuhi target, Sejumlah SKPD Pemprov kena semprit

Semarang (Espos)–Komisi C DPRD Jateng bidang keuangan, menyatakan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Jateng tak memenuhi realisasi target pendapatn yang telah ditetapkan pada APBD 2009.
“Dari hasil evaluasi terhadap kinerja SKPD Pemprov Jateng, masih ada yang tak memenui target tetah ditetapkan dalam APBD 2009,” kata Ketua Komisi C DPRD Jateng, Novita Wijayanti kepada wartawan di Gedung Dewan, Kota Semarang, Kamis (15/7).

Sejumlah SKPD yang tak memenuhi target itu antara lain, RSUD Tugurejo dari target Rp 43,596 miliar, realisasinya hanya Rp 37.585 miliar. Demikian pula Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dari target Rp 2,275 miliar, realisasinya  Rp 2,048 miliar. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Dincipkataru) dari target Rp 244,545 juta realisasinya Rp 160,188 juta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) dari   target  Rp 39,091 miliar, realisasinya Rp 38,438 miliar. Badan Kepegawaian (BKD) dari target Rp 10,298 miliar, realisasinya Rp 5,639 miliar.

Dinas Pertanian (Dispartan) dari target Rp 5,550 miliar, realisasinya  Rp 5,513 miliar, Dinas Kelautan dan Perikanan dari target 17,243 miliar, realisasinya Rp 13,104 miliar, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) dari target Rp 4,451 miliar, realisasi Rp 3,434 miliar.

Dengan tak terpenuhinya target tersebut, Novita Wijayanti meminta kepada kepala masing-masing SKPD untuk melakukan evaluasi secara internal.

“Langkah ini guna mengetahui kegagalan, karena kondisi ini mencerminkan kinerja kepala SKPD,” katanya.
Dia mencontohkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo, Semarang yang telah mendapat alokasi belanja langsung senilai Rp 93 miliar, namun ternyata hanya mampu membukukan pendapatan senilai Rp 37, 585 miliar dari target senilai Rp 43, 596 miliar.

oto

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…