Kamis, 15 Juli 2010 09:59 WIB Pendidikan Share :

Solo tidak menuju pendidikan gratis tapi pendidikan terjangkau

Solo (Espos)—Pemkot Solo bukan ingin mewujudkan pendidikan gratis namun pendidikan yang terjangkau. Dalam hal ini terjangkau terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Hal ini diungkapkan Kepala Disdikpora Kota Solo, Drs H Rakhmat Sotomo dalam acara diskusi interaktif SOLOPOS dengan tema Biaya sekolah melambung, siapa yang nanggung? yang digelar di Ruang Sasono Jolonidi Hotel Lorin, Kamis (15/7) .

“Dalam pendidikan terjangkau ini, diharapkan tidak ada anak yang tidak sekolah di Solo. Mereka paling tidak harus masuk dalam program pendidikan dasar 9 tahun,” tegas Rakhmat.

Dijelaskan Rakhmat, mengenai biaya sekolah bisa dibagi dalam tiga kategori. Yang pertama biaya investasi merupakan biaya yang ditanggung bersama. Biaya investasi ini menyangkut biaya pemeliharaan gedung. Kedua biaya operasional ditanggung oleh pemerintah dalam hal ini Pemkot Solo. Sedangkan yang ketiga merupakan biaya personal adalah biaya yang ditanggung oleh masyarakat dalam hal ini orangtua siswa seperti buku, seragam dan sebagainya.

tya

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…