Kamis, 15 Juli 2010 18:48 WIB Ekonomi Share :

Kenaikan harga beras picu inflasi

Solo (Espos)–Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo menilai kenaikan harga beras akhir-akhir ini sebagai kasus yang khusus. Mengingat, persediaan beras di sejumlah daerah masih surplus, tetapi terjadi kenaikan harga yang signifikan.

Demikian disampaikan Pemimpin Bank Indonesia (BI) Solo, sekaligus Sekretaris TPID Solo, Dewi Setyowati, kepada Espos, Kamis (15/7). TPID pun memprediksi kenaikan harga beras ini bisa memicu kenaikan angka inflasi Juli maupun Agustus terlebih Agustus nanti sudah tiba Bulan Puasa.

Sementara itu, terkait rencana operasi pasar (OP) beras, Dewi mengatakan bahwa OP beras adalah hasil kesepakatan atau usulan rapat TPID.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Toto Desanto, mengatakan harga sejumlah komoditas di pasaran harus segera dikendalikan. Jika tidak, kata dia, akan memicu memicu tingginya inflasi di bulan Juli. Terlebih tanda-tanda peningkatan inflasi sudah terlihat, yakni sejak tarif dasar listrik (TDL) mulai 1 Juli lalu.

haw

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…