Kamis, 15 Juli 2010 15:16 WIB Sukoharjo Share :

Disperindag minta warga beli regulator dan slang baru

Sukoharjo (Espos)–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meminta warga segera mengganti regulator dan selang karet tabung gas program konversi menyusul kedua aksesoris yang beredar sudah habis masa pakainya.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Disperindag, Supangat ketika dijumpai wartawan seusai rapat paripurna di Gedung Dewan, Kamis (15/7). Untuk paket aksesoris baru dari Pertamina, harga resminya senilai Rp 35.000.

“Menurut aturan, masa pakai regulator dan selang karet sampai dua tahun. Namun realisasinya hanya satu tahun aksesoris itu bisa bekerja secara optimal. Jadi kalau sudah setahun harusnya segera diganti,” ujarnya.

Apabila melihat regulator dan selang karet yang digunakan masyarakat saat ini, Supangat menjelaskan, usianya sudah hampir sudah dua tahun. Sebab distribusi tabung gas program konversi khusus di Sukoharjo baru dilaksanakan pada 2008 lalu.

“Berdasarkan pantauan kami di lapangan, aksesoris tabung gas yang digunakan masyarakat merupakan aksesoris lama. Hampir dua tahun, jadi sudah waktunya untuk diganti. Kalau saya ditanya berapa persen ya hampir 100% regulator dan selang karet yang dipakai masyarakat belum diganti alias masih stok lama,” ujarnya.

Untuk menarik regulator dan selang karet lama dari peredaran, Supangat mengaku sulit. Sebaliknya yang bisa dilakukan Disperindag hanya memberikan imbauan, salah satu caranya dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat pada pekan depan.

Untuk paket aksesoris yang baru, Supangat menerangkan, harga yang ditawarkan Pertamina senilai Rp 35.000. Harga itu adalah harga regulator senilai Rp 20.000 sedang selangnya Rp 15.000 dengan masa pakai maksimal dua tahun.

“Meski spek aksesoris dua tahun namun untuk faktor keamanan lebih baik masyarakat menggunakannya selama satu tahun. Untuk mengganti aksesoris itu mereka bisa membeli melalui agen,” tandasnya.

aps

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…