Kamis, 15 Juli 2010 14:31 WIB Sragen Share :

BPR/BKK Karangmalang duduki peringkat ke-12 nasional

Sragen (Espos)–Bank Perkreditan Rakyat (BPR)/Badan Keuangan Kecamatan (BKK) Karangmalang, Sragen menduduki peringkat ke-12 besar nasional dari 1.713 BPR se-Indonesia berdasarkan besaran asetnya pada tahun ini. Selain itu berdasarkan besaran rasio keuangan yang sehat, BPR/BKK Karangmalang mendapatkan penghargaan sebagai BPR terbaik nasional dengan jumlah aset di atas Rp 100 miliar.

Penegasan itu disampaikan Direktur Utama BPR/BKK Karangmalang, Supardi kepada Espos, di sela-sela pembagian undian nasabah di Gedung KNPI Sragen, Kamis (15/7). “Peringkat ke-12 besar nasional itu didasarkan pada data Bank Indonesia per Mei 2010 lalu. Prestasi tersebut tentunya tidak lepas dari peran serta pengurus, pegawai, stakeholders dan loyalitas serta kepercayaan nasabah kepada BPR/BKK Karangmalang,” tukasnya.

Lebih lanjut Supardi menerangkan, perkembangan usaha perusahaan daerah dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan. Setelah dilakukan merger terhadap BPR/BKK yang ada di Bumi Sukowati dalam wadah BPR/BKK Karangmalang dan BKK Tanon, kata dia, peningkatan kinerja lebih kentara. Dia menyebutkan perkembangan aset BPR/BKK Karangmalang dari tahun 2006 hingga pertengahan 2010 dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 21,48%

Selain perkembangan aset, Supardi juga mengurakan tentang laba perusahaan yang juga mengalami peningkatan signifikan. Laba tahun 2006 yang semula hanya Rp 5, 1 juta/tahun, meningkat menjadi Rp 9,4 juta di tahun 2009 dan per Juni 2010 laba PD BPR/BKK Karangmalang mencapai Rp 5,3 juta. Pertumbuhan rata-rata laba yang dicapai bank itu sekitar 22,57%.

trh

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…