Kamis, 15 Juli 2010 12:40 WIB Ekonomi Share :

Batik diminati di festival "I'lsoe del cinema"

London–Berbagai produk kerajinan batik, pakaian, alas kaki, topi, dan tas serta perhiasan yang dipamerkan di paviliun Indonesia  pada Festival I’Isole  del Cinema ke-16  di Roma selama dua bulan, hingga 23 Agustus diminati masyarakat di Italia.

Dalam dua pekan pertama, jumlah pengunjung paviliun Indonesia mencapai  rata-rata 300 orang per malam dan pada akhir pekan mencapai  sekitar 750 orang, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifin Lajawa di London, Kamis (15/7).

Musurufin Lajawa mengatakan pada  akhir pameran jumlah pengunjung paviliun Indonesia  diharapkan mencapai sekitar 20.000 orang. Festival I’Isole  del Cinema dikunjungi rata-rata 350.000 orang setiap malam.

Sementara itu, Atase Perdagangan KBRI Roma, Frank Kandow menyebutkan produk-produk kerajinan Indonesia  termasuk berkelas, eksotik, dan kompetitif sehingga banyak diminati pengunjung.

Melihat besarnya potensi festival ini untuk promosi citra Indonesia, maka  KBRI Roma menyediakan satu paviliun untuk pameran produk-produk kerajinan Indonesia dengan menggandeng  PT. Global Export Services, NTB,  dan PT Anaba Kulasentana, Jakarta  serta  Nettuno-Roma, perusahaan yang dalam 10 tahun terakhir menjadi pusat distribusi produk-produk kerajinan Indonesia  di Italia.

Festival I’lsola del Cinema adalah promosi terpadu tahunan bergengsi selama musim panas di Pulau Tiberina, sebuah pulau buatan di tengah Sungai Trastevere yang membelah kota Roma, Italia.

Konsep festival menggabungkan pergelaran kebudayaan dan perfilman serta pameran produk kerajinan internasional, yang pelindungnya  adalah Presiden Italia, Georgio Napolitano.

Negara-negara peserta Festival I’lsola del Cinema tahun ini, diantaranya, Argentina, Jepang, Jerman, Israel, Italia, Meksiko, Rusia, Turki dan Amerika Serikat.

ant/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…