Kamis, 15 Juli 2010 10:41 WIB Pendidikan Share :

15% APBS paling tidak harus untuk masyarakat miskin

Solo ( Espos)--Paling tidak 15% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) harus dialokasikan untuk masyarakat miskin.

Hal ini ditegaskan Kepala SMAN 4 Solo, Drs Eddy Pudiyanto saat menjadi nara sumber kedua dalam diskusi interaktif SOLOPOS FM, di Ruang Sasono Jolonidi Hotel Lor In, Kamis (15/7).

“Saya yakin angka 15% adalah angka yang logis untuk membantu masyarakat miskin agar bisa ikut mengeyam pendidikan paling tidak pendidikan dasar,” ujar Eddy.

Dalam kesempatan itu Eddy juga menjelaskan sejumlah elemen yang menjadi dasar penetapan Badan Nasional Standarisasi Pendidikan (BNSP). Sejumlah elemen ini antara lain biaya alat tulis kantor (ATK) seperti kertas, alat tulis untuk mengajar serta sarana dan prasarana pratikum atau bahan habis pakai (BHP) dan sebagainya.

Selain itu sekolah juga membutuhkan dana lain untuk operasional seperti pengadaan komputer, pelatihan guru, air, listrik dan lain-lain. Biaya-biaya inilah yang ikut menjadi elemen penentu BNSP.

Di lain sisi, pembicara ketiga, pakar pendidikan dari UNS Prof Dr Ravik Karsidi mengungkapkan tentang  pendidikan berbasis masyarakat dan juga tanggung jawab pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu.

Saat ini acara diskusi masih berlangsung dan tengah memasuki sesi tanya jawab. Sejumlah hadirin menyampaikan sejumlah pertanyaan yang umumnya mengkritisi efisiensi biaya pendidikan.

tya

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…