Rabu, 14 Juli 2010 15:05 WIB Solo Share :

Walikota didesak tindak Kepsek nakal

Solo (Espos)–Masyarakat Peduli Pendidikan Solo (MPPS) mendesak Walikota Solo Joko Widodo agar menindak para kepala sekolah nakal yang melakukan bisnis di dalam sekolah.

Menurut MPPS, ulah kepala sekolah yang melakukan bisnis di dalam sekolah telah membuat warga sengsara karena selalu menarik pungutan dengan berbagai nama kegiatan. “Jangan hanya menyindir, tetapi harus segera ditindak tegas,” kata Ketua MPPS, Hastin Dirgantari kepada wartawan di gedung Dewan, Rabu (14/7).

Hastin menegaskan adanya campur tangan kepala sekolah dalam setiap pengambilan keputusan terkait Sumbangan Pengembangan Sekolah (SPS). Sejumlah sumbangan tersebut bisa berupa pembelian lembar kerja siswa (LKS), buku ajar, uang seragam, dan lain-lainnya. “Pada pewajiban LKS bagi siswa, saya menduga ada kongkalikong antara pihak kepala sekolah dan penerbit yang bersangkutan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, lanjut Hastin, bagi kepala sekolah yang memang kedapatan atau telah disinyalir meraup keuntungan dari berbagai pembiayaan dan masukan anggaran tak wajar dari siswa untuk segera ditindak dan diberikan sanksi tegas oleh walikota.

asa

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…