Rabu, 14 Juli 2010 09:06 WIB Hukum Share :

Tiga perampokan dalam sehari di Surabaya

Surabaya–Terjadi tiga kali perampokan di Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa ( 13/7), dengan selang waktu yang tidak begitu lama.

Peampokan itu terjadi di rumah seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Timur, di kawasan Wisma Pagesangan, Jambangan.

Rumah itu milik Hidayat Nugroho. Uang tunai sebesar Rp 900.000 dan 1.000 Dollar Hongkong, yang tersimpan di lemari pakaian raib dicuri. “Modusnya pelaku berpura-pura sebagai pekerja pengganti karpet dan mengaku ke pembantu kalau disuruh saya. Padahal nggak saya suruh,” ujar Hidayat.

Perampokan kedua terjadi di rumah seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), di Jln. Jambangan. Rumah itu milik AKBP Hadi Setyo Purwanto, Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan. Di dalam rumah tersebut, ada Susanti, 20, pembantu rumah tangga. Disana juga tinggal orang tua korban.

Yang menarik, dari dua kejadian tersebut modusnya hampir sama, yaitu berpura-pura menawarkan bantuan dan mengatasnamakan kepala keluarga. “Ada dua orang yang masuk naik motor merah. Mereka bilang kalau disuruh bapak untuk membetulkan kamar,” tutur Susanti di markas kepolisian sektor Jambangan.

Di rumah perwira berpangkat dua melati itu, perampok mengambil perhiasan, diantaranya 4 liontin, 5 cincin, 5 gelang, dan 3 kalung.

Sedangkan, perampokan ketiga terjadi di rumah Muhammad Taufik, seorang pengusaha garmen di Jalan Gayungsari Barat. Tak tanggung-tanggung, para perampok menggondol perhiasan yang nilainya sekitar Rp 1 miliar.

Tidak jauh beda dengan dua kejadian sebelumnya, di rumah tersebut modusnya juga nyaris sama. Namun kali ini, empat orang yang masuk ke rumah mengaku tidak menawarkan jasa apapun.

“Pembantu saya ada di rumah, tapi katanya hanya terdiam seperti dihipnotis. Kemudian pelaku masuk kamar dan membongkar brankas menggunakan linggis dan obeng,” papar Iskak, saudara korban.

Di rumah tersebut, para pelaku membawa semua isi dalam brankas, diantaranya 3 gelang berlian, 3 liontin berlian diamond batu kristal, 2 liontin saudi warna hijau, 2 emas kecil seberat 10 gram, 1 emas besar seberat 20 gram.

Sebenarnya ada satu lagi aksi serupa juga nyaris terjadi di rumah milik Bo Lau, 65, di kawasan Jalan Jemur Handayani. Beruntung aksi pelaku berhasil digagalkan karena terlebih dahulu ketahuan penghuni rumah. Kendati begitu, pelaku berhasil lolos sehingga melarikan diri dan luput dari kejaran petugas.

ant/rif

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…