Rabu, 14 Juli 2010 16:36 WIB Hukum Share :

Polhut tangkap penjual rusa asal hutan lindung

Bandarlampung–Satuan Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Konservasi Sumber Daya Alam Lampung menangkap seorang pelaku penjualan kepala rusa asal Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Menurut Kepala Satuan Polisi Kehutanan BKSDA Lampung, Heri Kurniawan, di Bandarlampung, Rabu (14/7), penangkapan pelaku yang bernama Umar Effendi, 61 itu, merupakan tindak lanjut hasil investigasi yang dilakukan “Rhino Protection Unit” di kawasan hutan lindung itu.

Kepada aparat, Umar mengaku melakukan bisnis tersebut sejak 1990-an, dan dalam setengah bulan mampu menjual satu kepala rusa hasil pengawetan seharga Rp 1,5 juta. “Dia mengaku mendapatkan rusa tersebut dari hasil buruan masyarakat, dan membelinya dengan harga Rp 300.000,” kata dia.

Penangkapan Umar dilakukan pada Selasa (13/7) malam, pukul 21.00 WIB, melalui razia kendaraan bersama aparat kepolisian dari Polres Tanggamus. “Kami mendapatkan informasi tentang adanya pelaku yang membawa bagian organ tubuh satwa liar yang dilindungi dengan kendaraan dari Lampung Barat ke Kabupaten Pringsewu,” kata Heri.

Saat melewati pos polisi Batu Keramat, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, polisi menghentikan mobil yang bernomor polisi BE 2941 M tersebut, dan mendapati Umar dan keempat pria di dalamnya sedang membawa barang haram tersebut.

“Kami menemukan lima buah kepala rusa awetan dan dua toples berisikan empat ekor janin rusa di dalam kendaraan,” kata dia.

Umar digiring ke Kantor BKSDA Lampung, kemudian diserahkan kepada Polda Lampung untuk diproses hukum lebih lanjut. Dia dijerat dengan Pasal 21 ayat (2), jo Pasal 40 ayat (2), Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya.

Sebelumnya, Rhino Protection Unit menemukan adanya aktivitas perdagangan beberapa bagian tubuh satwa ilegal di dalam area Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus.

“Hasil investigasi menunjukkan ada beberapa kelompok yang melakukan pencurian terhadap bagian tubuh satwa kunci TNBBS yang dilindungi, dan diperdagangkan¬† di luar Lampung,” kata Asisten Koordinator Inteljen dan Penegakan Hukum RPU,¬† Ujang Suryadi.

Beberapa bagian tubuh hewan yang diperdagangkan secara ilegal tersebut adalah kulit harimau, cula badak, gading gajah, dan badan dan kepala rusa yang telah dikeraskan.

ant/rif

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…