Rabu, 14 Juli 2010 22:48 WIB Boyolali Share :

Penyaluran bantuan bibit pepaya tertunda

Boyolali (Espos)–Bantuan sebanyak 90.000 bibit pepaya yang sedianya akan disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali kepada kalangan petani pepaya di wilayah tersebut pada sekitar bulan Juli 2010 ini, terpaksa tertunda. Hal itu menyusul kondisi cuaca di sebagian wilayah tersebut yang hingga kini masih sering turun hujan.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Boyolali, Juwaris, mengemukakan terkait pelaksanaan penyaluran bantuan bibit pepaya tersebut, pihaknya masih menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan untuk dilakukan penanaman bibit pepaya tersebut. Sebab meskipun bulan Juli ini seharusnya sudah mulai musim kemarau, hingga pekan kedua masih sering turun hujan.

“Persiapan untuk penyaluran bantuan bibit pepaya tersebut sudah dilakukan, termasuk membentuk tim di tingkat kecamatan dan juga menyiapkan kelompok yang telah mengajukan untuk bantuan bibit pepaya. Namun untuk realisasinya, terpaksa masih harus menunggu karena sampai sekarang masih turun hujan. Sehingga untuk penanaman bibit pepaya tersebut masih menunggu musim kemarau karena untuk menanam bibit pepaya dibutuhkan cuaca panas. Kemungkinan realisasinya bulan Agustus,” ujar Juwaris ketika dimintai konfirmasi Espos, Rabu (14/7).

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu hama kutu putih telah menyerang tanaman pepaya yang dibudidayakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali, salah satunya Kecamatan Mojosongo. Akibatnya, kalangan petani pepaya di wilayah itu mengalami kerugian cukup besar. Bahkan produksi pepaya di Boyolali merosot tajam dari sekitar 12 ton per tahun hanya tinggal 5,5 ton per tahun.

Penyaluran bantuan bibit papaya tersebut, dikatakan Juwaris, sebagai upaya untuk mengembalikan kejayaan pepaya di Boyolali, yakni dengan mengembangkan varitas Mj-9. “Tahun ini kami akan menyalurkan bantuan 90.000 bibit,” imbuh dia.

sry

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…