Rabu, 14 Juli 2010 23:15 WIB Boyolali Share :

Penggunaan pestisida di Boyolali tergolong rendah

Boyolali (Espos)–Intensitas penggunaan obat pestisida untuk memberantas hama wereng batang coklat (WBC) oleh kalangan petani di wilayah Kabupaten Boyolali diakui masih tergolong rendah.

Hal itu berdasarkan evaluasi dari Pengamat Hama dan Penyakit Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Boyolali terhadap upaya penanganan serangan ham WBC di sejumlah wilayah kecamatan di Kota Susu.

Koordinator Pengamat Hama dan Penyakit Dispertanhutbun Kabupaten Boyolali, Iskak Harjono mengemukakan rendahnya penggunaan pestisida, terutama di wilayah kecamatan yang intensitas serangan hama WBC-nya relatif tinggi.

“Bila dilihat berdasarkan aturan teknis yang tepat, setiap hektare padi yang terserang hama wereng dengan intensitas serangan yang cukup tinggi, harus disemprot dengan pestisida sebanyak 500 liter. Dengan cara ini perkembangbiakan hama wereng bisa diantisipasi secara optimal. Sebagai contoh di Desa Catur, Kecamatan Sambi, yang bisa berhasil panen karena langkah yang dilakukan petani cukup tepat dan optimal,” tegas Iskak kepada wartawan di Boyolali, Rabu (14/7).

Namun menurut Iskak, kenyataan di lapangan seperti di area pertanian di wilayah Banyudono, Ngemplak, Nogosari dan Sawit yang notabene intesitas serangan hama WBC-nya cukup tinggi, penggunaan pestisidanya justru masih rendah. “Misalnya, untuk satu patok sawah dengan luas sekitar 2.500 meter persegi hanya dilakukan penyemprotan sebanyak empat hingga enam tangki dalam sekali semprot. Padahal berdasarkan aturan untuk satu patok dengan kategori serangan hama wereng yang cukup ganas harus dilakukan penyemprotan sebesar 16 tangki sekali semprot,” papar Iskak.

Diakui Iskak, rendahnya kadar penyemprotan terhadap lahan pertanian yang terserang hama wereng ini cukup berpengaruh terhadap tidak maksimalnya penanganan terhadap serangan hama wereng di empat Kecamatan tersebut sehingga justru semakin luas sekaligus mengakibatkan gagal panen.

sry

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….