Rabu, 14 Juli 2010 16:07 WIB Ekonomi Share :

Pasca ACFTA, Kinerja ekspor RI naik

Solo (Espos)--Kementrian Perdagangan RI mengklaim selama enam bulan diberlakukannya perdagangan bebas ASEAN China Free Trade Area (ACFTA), justru memberi dampak positif terhadap kinerja ekspor impor Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangan RI, Albert Yusuf Tobogu, saat ditemui wartawan di sela-sela Pertemuan Teknis Kebijakan Ekspor Komoditi Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), di KSPH Solo, Rabu (14/7).

Ia mengatakan, neraca perdagangan Indonesia Januari-Mei tahun ini mengalami surplus US$8,9 miliar, yang terdiri dari nonmigas surplus US$8,5 miliar dan migas surplus US$0,4 miliae. Selama periode itu, meningkat 22% atau US$1,6 miliar jika dibanding periode yang sama tahun 2009. “Selain itu, komposisi impor di tahun 2010 bergeser dengan semakin besarnya persentase impor barang modal yang meningkat tajam sejalan dengan meningkatnya realisasi nilai investasi,” tutur Albert.

Kondisi perdagangan Indonesia, lanjutnya, diklaim membaik setelah mengalami kontraksi di tahun 2009. Di bulan Mei lalu, neraca perdagangan mengalami surplus US$2,5 miliar, atau angka tertinggi selama tahun 2010.

haw

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…