MUI ralat fatwa arah kiblat

rhosdul_kiblat_kompascasa_pakarfisika

Jakarta–Majelis Ulama Indonesia (MUI) meralat fatwa No 03 Tahun 2010 tentang Kiblat. Arah kiblat yang sebelumnya disebutkan menghadap barat kini telah direvisi menjadi ke arah barat laut.

“Untuk Indonesia secara umum kiblat menghadap ke barat laut, bukan barat, ini sekaligus merevisi fatwa kita yang tempo hari,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa, Ma’ruf Amin, Rabu (14/7).

MUI pun menghimbau agar semua wilayah di Indonesia harus menyesuaikan arah kiblat sesuai dengan ralat dari fatwa sebelumnya.

“Indonesia itu letaknya tidak di timur pas Kabah tapi agak ke selatan, jadi arah kiblat kita juga tidak barat pas tapi agak miring yaitu arah barat laut,” terangnya.

Fatwa yang diralat tersebut adalah fatwa yang dikeluarkan MUI Tanggal 22 Maret 2010 lalu. Diktum fatwa MUI No. 03 Tahun 2010 tentang Kiblat itu disebutkan:

1. Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat Kabah adalah menghadap ke bangunan Kabah (ainul ka’bah).
2. Kiblat bagi orang yang salat dan tidak dapat melihat Kabah adalah arah Kabah (jihat al-Ka’bah).
3. Letak georafis Indonesia yang berada di bagian timur Kabah/Mekkah, maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah barat.

dtc/ tiw

Editor: | dalam: News |

6 Komentar pada “MUI ralat fatwa arah kiblat”

  1. yudi rahmat
    19 Juli 2010 pukul 08:53

    Assalamu’alaikum,,,,,,,Pak Tolong Bisa D perjelas tentang Arah kiblat dan sosialisasikan dengan membentuk tim secepat2 biar arah kiblat d indonesia tidak menjadi bumerang/menimbulkan perselisihan pahan,,,,,!!!!!

  2. Zed Nahdi
    7 Agustus 2010 pukul 14:35

    Assalamu ‘alaikum warhmatullahi wabarakatuh.
    Arah qiblat yang “tepat” merupakan salah satu penentu kemantapan hati dalam pelaksanaan shalat. Karenanya, kesungguhan MUI dalam “menata” arah qiblat di Indonesia hendaknya diterima oleh kaum muslimin Indonesia dengan “husnudz-dzan” sejauh hal itu dilaksanakan dengan bijaksana agar tidak menimbulkan persoalan baru. Sbg. tambahan ada satu prinsip lain yang perlu kita pahami dan jalankan, yakni jangan kita “menyalahkan” ijtihad para pendahulu kita hanya karena kita memiliki alat/sandaran teknologi masa kini yang lebih presisi dibanding mereka”. Wallahu a’lam, wassalamu ‘alaikum wr. wb.

  3. Isil Fahsyani
    7 Agustus 2010 pukul 19:35

    assalamu alaikum pak… sya cuma mau tanya ko fatwanya baru sekarang, masalanya kenapa tidak dari dulu padahal letak geografis indonesia nda berubah, kabbah juga tidak bergeser, tolong di jawab pak.

  4. aan
    8 Agustus 2010 pukul 00:08

    Kalau kita membaring / memplot diatas peta dan berpedoman pada kompas , posisi kita di indonesia arah kiblat betul ke barat laut . diwaktu Anda Shalat kan sudah niat menghadap kiblat ya udah, tidak perlu di ributkan,pelan-pelan arah kiblat yang sudah ada sekarang perlu di koreksi, wassalam

  5. legowo
    8 Agustus 2010 pukul 10:36

    Soal arah kiblat kita baca Al Baqarah ( 2 : 142 ~ 150 ),dan dengan kemajuan teknologi kita bisa gunakan GPS jadi makin akurat dan kita tidak atau jangan negative thinking,harus tawadu dalam melihat permasalahan.Kalau kita kembali ke ayat dalam Al Quran insya allah jd Clear karena yang mutlak benar hanya yang dari Al Quran.

  6. Purwanto
    13 Agustus 2010 pukul 13:52

    sekarang sdh ada GPS , ( asal tahu koordinat ka’bah) tinggal masukin aja koordinat kaabah GPS pasti akan ketemu arah kiblat .

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris
  • RUMAH DIKONTRAKKAN

    Rumah Dikontrakkan,LT 254M2,LB 225M2,7Kmr,3K Mandi, Garasi, Jl.Kencur No.48, Rt 03/11, Kag…

Menarik Juga »