Rabu, 14 Juli 2010 19:54 WIB News Share :

KPI siap bekukan infotainment tak lolos sensor

Jakarta–Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menetapkan status infotainment menjadi siaran non faktual. KPI berwenang memberhentikan program infotainment yang tidak lolos sensor.

“Di dalam P3SPS sudah jelas bahwa program non faktual harus melalui sensor. Dan itu akan kita bicarakan dengan lembaga sensor film,” ujar Ketua KPI Dadang Rahmat Hidayat dalam rapat Komisi I DPR dengan KPI dan Dewan Pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/7/2010).

Penetapan status menjadi siaran non faktual harus benar-benar tersaring Lembaga Sensor Film. Kalau ternyata tayangan yang tidak layak masih lolos, KPI berwenang memberikan sanksi tegas.

“Dengan diberikan status non faktual berarti KPI bisa memberikan hukuman sampai memberikan pemberhentian tayangan pada saat itu juga,” tegas Anggota KPI Yasirwan Uyun.

Namun demikian dewan pers tidak akan ikut campur mengurusi siaran faktual seperti berita televisi.

“Kalau itu faktual maka yang mengurus Dewan Pers dengan sanksi kode etik,” tutupnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…