Rabu, 14 Juli 2010 19:07 WIB Hukum Share :

Ekspose dugaan penyelewengan dana Jamkesmas molor

Solo (Espos)–Rencana ekspose kasus dugaan korupsi dalam proyek Jamkesmas senilai miliaran rupiah oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo molor dari target awal. Sedianya, ekspose terhadap kasus tersebut dilangsungkan awal bulan lalu.

Demikian diterangkan Kajari Solo, Sugeng  H melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) sekaligus sebagai penyidik utama, Ikeu Bachtiar saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Rabu (14/7). Kendati dipastikan molor, namun dalam waktu dekat Kejari Solo bakal menggelar ekspose kasus yang diduga menyeret empat pengelola rumah sakit di Solo tersebut.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 35-an orang yang mengetetahui benar soal kasus itu. Seluruhnya, ada yang berasal dari unsur pengelola rumah sakit, Askes, Dinkes, dan Jamsostek. Soal ekspose sebenarnya tinggal tunggu waktu saja, kemungkinan besar akhir bulan hal itu (ekspose -red) akan dilakukan,” terang dia.

Saat disinggung penyebab utama molornya rencana ekspose, Ikeu Bachtiar menjelaskan terdapat berbagai faktor. Di antaranya, terkait dengan keterbatasan waktu dan tenaga.

“Untuk saat ini kami banyak fokus pada perayaan Hari Adiyaksa terlebih dahulu. Nantilah, setelah ini pasti ada perkembangan lebih lanjut. Jadi, di sini bukan bicara soal penghambat,” ujar dia.

Ketika ditanya soal kemungkinan jumlah tersangka yang muncul dalam kasus tersebut, Ikeu masih enggan mengomentari lebih lanjut. Pasalnya, setiap peningkatan status harus memperhatikan asas, prosedur, dan mekanisme tertentu.

“Tidak boleh asal, harus cukup bukti terlebih dahulu. Yang jelas, jika memang ada unsur kesalahan, pasti statusnya segera meningkat setelah dilakukan ekspose,” kata dia.

Berdasarkan data yang dihimpun Espos, dalam beberapa pekan terakhir Kejari Solo fokus membidik 4 Pengelola rumah sakit di Solo yang diduga terkena kasus penyelewengan proyek Jamkesmas. Seperti yang diketahui,  sepanjang tahun 2009 terdapat 10 rumah sakit di Solo, baik negeri ataupun swasta yang mendapatkan dana Jamkesmas. Dana yang diambilkan dari sumber APBN tersebut nilainya mencapai Rp 66 miliar.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan tahun 2008 yang hanya mencapai Rp 28 miliar. Dengan data seperti itu dapat diketahui kalau memang dana kesehatan di Solo diakui cukup besar setiap tahunnya. Dalam proses pencairan tersebut diduga terdapat uang negara senilai miliaran rupiah yang diselewengkan oleh sejumlah rumah sakit di Solo, baik negeri atau swasta.

pso

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…