Rabu, 14 Juli 2010 09:52 WIB Ekonomi Share :

BPOM Gorontalo sita ribuan roti ilegal

Gorontalo–Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Gorontalo, menyita ribuan potong roti kemasan ilegal, yang hendak didistribusikan ke sejumlah toko dan kios kelontong di wilayah itu.

“Kami menyita sekitar 3.000 potong roti tidak terdaftar yang kami temukan tengah diangkut oleh mobil sejenis truk,” ujar Kepala BPOM Gorontalo Abdul Rahim di Gorontalo, Selasa (13/7).

Dia mengatakan, sejak Senin (12/7), pihaknya menggelar razia mendadak di Kecamatan Isimu, yang merupakan jalur trans antara wilayah Sulawesi Utara dengan Gorontalo.

Dia menjelaskan, ribuan potong roti kemasan itu, memiliki label daftar yang tidak jelas, sebab pembuatannya dilakukan di Manado Sulawesi Utara, sedang pendaftarannya diperoleh di Bandung, Jawa Barat.

Razia ini digelar bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo dan Kepolisian Daerah setempat.

Dalam razia itu, mereka juga turut menyita lima karung berisi makanan ringan yang sudah kadaluarsa, yang hendak didistribusikan.

“Makanan yang kadaluarsa itu, akan segera kami musnahkan,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan memanggil penyalur roti kemasan itu, untuk dimintai keterangan.

“Jika yang bersangkutan tidak bisa memberikan bukti pendaftaran yang jelas, maka barang itu akan kami musnahkan, setelah mendapatkan persetujuan pengadilan negeri,” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…