Selasa, 13 Juli 2010 14:52 WIB Solo Share :

Walikota kantongi nama Kepsek bermasalah

Solo (Espos)–Para kepala sekolah (Kepsek) terutama di tingkat SD harus mulai bersiap diri untuk pindah dari sekolah lama. Hal itu menyusul rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan mutasi.

Mutasi, secara khusus akan menyasar Kepsek yang diketahui nyeyel (nekat-red) menarik pungutan biaya operasional sekolah. Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mengantongi nama-nama Kepsek bermasalah itu. Hal tersebut ditekankan Walikota, saat memberikan pengarahan di hadapan seratusan Kepsek tingkat TK dan SD negeri se-Kota Solo, di Bale Tawangarum, Selasa (13/7).

Namun, kendati mengaku mengantongi nama Kepsek bermasalah, Jokowi enggan membeberkan kepada wartawan. Saat ditemui seusai memberi pengarahan, dia hanya mengatakan ada nama dan bukti yang jelas mengenai ulah Kepsek nakal tersebut. Jokowi berharap seluruh Kepsek mampu mengoreksi diri dan pada akhirnya dengan legawa menerima jika yang bersangkutan masuk dalam gelombang mutasi.

Tak hanya mutasi, kemungkinan melorot jabatan Kepsek menjadi guru juga tidak mustahil terjadi, sepanjang Kepsek bersangkutan benar-benar melanggar ketentuan dan nekat menarik biaya operasional. Menurutnya, kewenangan untuk memutasi pejabat di lingkungan Pemkot Solo sepenuhnya berada di tangan walikota dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

tsa

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…