Selasa, 13 Juli 2010 22:56 WIB Boyolali Share :

Selain beras, harga gula di Boyolali melejit

Boyolali (Espos)–Harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Boyolali terus melejit. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas beras dan gula yang saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan pekan lalu.

Dari pantauan Espos di sejumlah pasar dan agen, Selasa (13/7), harga gula di Kota Susu sudah menembus Rp 10.300/kg di tingkat pengecer, dari harga sebelumnya Rp 8.500/kg. Pemilik agen beras dan Sembako Darmoputro, Ny Anik menuturkan kenaikan harga gula memang cukup fantantis. Dalam empat hari terakhir kenaikan bisa mencapai Rp 1.300/kg.

“Empat hari lalu harga gula masih berada di kisaran di bawah Rp 10.000/kg. Tetapi hari ini sudah naik hingga Rp 10.300/kg,” ujarnya kepada wartawan di kiosnya di Jl Kates Boyolali.

Ditambahkannya, kenaikan harga gula itu terjadi diduga karena adanya permintaan yang mulai meningkat. Dijelaskannya, saat ini beberapa kelompok masyarakat mulai memborong dan menyimpan gula untuk menghadapi Lebaran nanti. Sehingga, permintaan naik cukup signifikan, meski stok gula di pasaran juga mencukupi.

Dengan kenaikan itu, jelas Anik, sangat membingungkan pedagang. Pasalnya, harga jual saat ini sudah tidak bisa menutup biaya untuk kulakan barang saat ini, karena harga yang sudah naik.

Sementara, selain harga gula yang melejit, saat ini harga beras juga mengalami kenaikan. Hingga hari ini, harga beras mencapai Rp 7.600/kg untuk jenis mentik wangi. Sementara untuk beras jenis C4 Super mencapai Rp 7.400/kg. “Sebelumnya harga beras berkisar Rp 7.000/kg dan terus mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir ini,” tambah Anik.

Senada, salah seorang pedagang beras di Pasar Sungginggan Johana menuturkan untuk harga beras memang telah mengalami fluktuatif sejak sepekan terakhir. “Saat ini untuk jenis C4 Super berkisar antara Rp 7.200-Rp 7.400/kg,” ujarnya. Johana menambahkan meski mengalami kenaikan, namun permintaan beras tidak mengalami penurunan.

fid

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…