Selasa, 13 Juli 2010 17:04 WIB Solo Share :

Pelantikan walikota akan digelar layaknya open house

Solo (Espos)–Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Solo terpilih 2010-2015 , Rabu (28/7), mendatang tak akan digelar dengan acara kirab sebagaimana yang direncanakan semula. Melainkan akan digelar layaknya acara open house yang terbuka bagi masyarakat umum.

“Model acara ini demi mendekatkan pemimpin dengan rakyatnya,” terang Ketua DPRD Kota Solo, YF Soekasno kepada wartawan, Senin (12/7). Menurut politisi PDIP tersebut, pelantikan calon pemimpin terpilih, Joko Widodo dan FX Hadi Rudyatmo juga akan dipenuhi nuansa budaya Jawa sebagai penegasan bahwa Solo merupakan pembawa spirit Jawa. Sehingga, acara  itu, bukan semata menjadi ajang seremonial pelantikan yang sepi makna. “Namun, akan mengemban misi kebudayaan Jawa sebagai jati diri Solo,” lanjutnya.

Pelantikan yang bakal dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo tersebut, lanjut Soekasno, juga bakal menjadi ajang silaturahmi terbuka bagi rakyat Solo. Sehingga, siapapun warga Solo yang ingin menyaksikan, bertemu, atau bahkan mengucapkan selamat dipersilakan. “Istilahnya mungkin semacam open house begitu. Biar pemimpin yang menjadi pilihan rakyat kian dekat dengan warganya,” terangnya.

asa

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…