Selasa, 13 Juli 2010 21:38 WIB Boyolali Share :

Jaksa eksekusi terpidana kasus pencabulan

Boyolali (Espos)–Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali akhirnya mengeksekusi Sekretaris Desa (Sekdes) nonaktif Candisari, Ampel, Boyolali Jarot Haryanto untuk dijebloskan ke penjara.

Langkah itu dilakukan setelah kasasi Mahkamah Agung (MA) memvonis terdakwa lima tahun penjara. “Terdakwa sudah kami eksekusi Senin (12/7) lalu. Saat ini sudah berada di Rutan Boyolali untuk menjalani hukuman sesuai hasil kasasi MA,” ujar Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari, Anshar Wahyuddin SH kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (13/7).

Eksekusi terhadap terpidana kasus pencabulan terhadap gadis di bawah umur itu dilakukan untuk melaksanakan putusan MA. Pasalnya, sebelumnya dalam persidangan di PN Boyolali, Jarot divonis bebas dan setelah ada putusan kasasi, akhirnya divonis lima tahun penjara.

Anshar menyatakan eksekusi itu dilakukan setelah Jarot dipanggil oleh Kejari Boyolali kali ketiga. Pasalnya, dalam pemanggilan pertama dan kedua, terpidana tidak hadir. “Setelah pemanggilan ketiga, terpidana datang dan langsung kami lakukan eksekusi,” papar dia.

Seperti diketahui, dua oknum perangkat desa (Perdes) di Kecamatan Ampel, Boyolali diduga telah melakukan pencabulan terhadap gadis dibawah umur. Mawar, 17, sebut saja begitu, dicabuli oleh terdakwa Jarot dan Suparno. Bahkan, akibat kejadian tersebut, gadis yatim piatu yang tinggal bersama neneknya warga Desa Kembang, Kecamatan Ampel itu, sampai hamil. Namun, dari kedua orang pelaku itu, tidak ada yang mau bertanggung jawab. Akhirnya, didampingi kuasa hukumnya, korban melapor ke Polres Boyolali.

fid

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…