Selasa, 13 Juli 2010 11:56 WIB Sport Share :

Hashim resmi gantikan Eddie di Percasi

Jakarta–Hashim Djojohadikusumo terpilih sebagai Penjabat Ketua Umum PB Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi). Hashim menggantikan Eddie Widiono yang terbelit kasus korupsi.

Peralihan mandat sebagai Ketum PB Percasi dari Eddie kepada Hashim ini dilakukan dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Percasi ke-33 di Hotel Sahid Jaya, 9-11 Juli kemarin.

“Peralihan ini dilakukan karena  kondisi yang tidak memungkinkan bagi Ketua Umum Percasi Periode 2009-2013 Eddie Widiono untuk meneruskan sampai akhir masa jabatannya,” kata ketua panitia Rakernas, GM Utut Adianto seperti dimuat dalam rilis yang diterima detiksport dan diberitakan Selasa (13/7).

“Adapun pilihan kepada Hashim Djojohadikusumo karena ia adalah anggota Dewan Pertimbangan PB Percasi yang memiliki interes besar terhadap kemajuan catur Indonesia,” ujar Utut yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Liga Catur Nasional.

Eddie Widiono saat ini sebenarnya tengah menjabat posisi ketum PB Percasi di periode kedua yang akan berakhir tahun 2013. Namun pada Maret lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Eddie sebagai tersangka kasus korupsi di tubuh PLN di mana Eddie pernah menjabat sebagai Direktur Utama.

“Pembinaan atlet masih harus terus dioptimalkan. Saya percaya pak Hashim Djojohadikusumo dapat meneruskan tugas ini dengan hasil yang jauh lebih baik,” kata Eddie kepada suksesornya itu.

“Saya bangga terhadap mandat  yang telah diberikan kepada saya, karena Percasi termasuk salah satu organisasi olahraga tertua di Indonesia. Meski cukup berat namun saya berjanji akan memberikan yang terbaik,” janji Hashim.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…