Selasa, 13 Juli 2010 10:05 WIB News Share :

Aktivis ICW minta perlindungan LPSK

Jakarta–Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satrya Langkun pagi ini akan meninggalkan rumah sakit. Selanjutnya Tama akan mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk meminta perlindungan.

“Rencananya setelah keluar rumah sakit akan ke LPSK untuk minta perlindungan,” kata Koordinator ICW, Danang Widyoko, Selasa (13/7).

Danang menuturkan, permintaan perlindungan kepada LPSK tersebut mengingat kondisi Tama yang hingga kini belum pulih benar dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan dan kemanan Tama. “Iya ini untuk keamanan Tama,” katanya.

Setelah meninggalkan RS Asri, rencananya Tama akan tinggal di kantor ICW di Jl Kalibata, Jaksel. Tama dikeroyok dan dibacok 4 orang tak dikenal pada Kamis 8 Juli 2010 sekitar pukul 03.30 WIB sepulang dari Nobar Piala Dunia di Kemang. Akibat pengeroyokan tersebut bagian kepala Tama mengalami luka serius dan harus dijahit sebanyak 29 jahitan.

Tama kerap melontarkan kritik keras soal rekening gendut sejumlah perwira polisi. Aktivis ICW ini juga salah satu orang yang melaporkan kasus rekening jenderal ke Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan KPK.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…