Selasa, 13 Juli 2010 20:58 WIB Sukoharjo Share :

Agustus, serangan wereng diprediksi turun

Sukoharjo (Espos)–Serangan wereng di Soloraya diprediksi turun pada Agustus mendatang atau ketika masa panen kedua tahun ini. Kepala Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Wilayah Surakarta, Ir V Driyatmoko MP menjelaskan, berdasarkan evaluasi laboratorium PHP Wilayah Surakarta sampai pekan pertama Juli, tren luas serangan wereng mulai menurun.

“Berdasarkan evaluasi laboratorium, luas serangan wereng menurun dari 9.301 hektare (Ha) menjadi 7.465 Ha. Serangan itu kami perkirakan terus turun hingga Agustus nanti apabila didukung dengan kondisi alam,” jelasnya kepada wartawan usai penyemprotan massal di Wirun, Mojolaban, Selasa (13/7).

Lebih lanjut mengenai penurunan serangan intensitas serangan wereng, Driyatmoko menambahkan, terjadi di semua wilayah di eks-Surakarta. Driyatmoko menambahkan, kesadaran mengubah pola tanam dari padi-padi menjadi padi-palawija seperti jagung, kedelai atau tanaman lain bisa juga mempercepat siklus hidup wereng cokelat. Oleh sebab itu dalam MT ketiga, petani diimbau menanam palawija.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanin (Dispertan), Giyarti menjelaskan, saat ini sudah 1.000 hektare (Ha) lahan yang ditanami jagung. Sementara untuk lahan yang ditanami kedelai mencapai 300 Ha.
Giyarti menambahkan, untuk penanaman jagung saat ini terfokus di lima kecamatan. Kelima kecamatan tersebut adalah Baki, Gatak, Kartasura, Bendosari dan Nguter.

aps

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…