Senin, 12 Juli 2010 12:14 WIB Ekonomi Share :

Rupiah pagi bertahan

Jakarta–Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta,  Senin pagi (12/7), masih bertahan pada posisi Rp 9.050-Rp 9.060 per dolar, karena pelaku pasar masih belum aktif bermain,  sebab belum muncul faktor baru penggerak pasar.

Analis PT Valbury Asia Securities, Krisna Dwi Setiawan di Jakarta,  mengatakan, kegiatan perdagangan di pasar masih lesu, karena pelaku hati-hati untuk bermain akibat belum munculnya faktor penggerak pasar.

“Kami menunggu isu positif yang dapat menggerakkan rupiah setelah beberapa hari lalu berada dalam kisaran sempit,” katanya.

Menurut Krisna Dwi Setiawan, rupiah seharus mendapat tekanan pasar, karena melemahnya bursa regional seperti indeks Nikkei di Jepang. Namun faktor ekonomi makro Indonesia yang tetap baik menahan pelaku pasar untuk melakukan aksi lepas, apalagi aktifitas pelaku pasar juga masih lesu, katanya.

Rupiah, lanjut dia di posisi sebenarnya sudah cukup baik dan berada dalam level yang aman, namun peluang untuk naik lagi sebenarnya masih ada. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan dapat mencapai angka di atas enam persen pada semester kedua 2010 merupakan peluang bagi rupiah untuk naik lagi.

Kondisi pasar seperti ini akan memicu pelaku asing lebih aktif bermain di pasar domestik, selain stabilitas politik yang aman juga pertumbuhan ekonominya dinilai cukup tinggi, katanya.

Eropa saat ini dilanda krisis keuangan yang sudah merembet ke negara lain, sedangkan Amerika Serikat pertumbuhan ekonomi masih belum stabil, ucap Krisna. Jadi posisi rupiah pada level Rp 9.050 sampai Rp 9.100 per dolar dinilai tetap aman, meski peluang untuk mendekati angka Rp 9.000 per dolar cukup besar.

“Kami optimis pergerakan rupiah dalam kisaran sempit hanya sementara dan peluang untuk menuju ke level Rp9.000 per dolar sangat besar,” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…