Senin, 12 Juli 2010 05:15 WIB News Share :

Polisi tewas dibacok, diduga bermotif rebutan perempuan

Semarang –– Latar belakang pembunuhan Briptu Erik Dwi Widianto,28, anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Tengah, belum diketahui pasti. Namun, beredar kabar, kejadian itu bermotif rebutan perempuan.

Kabar itu beredar di kalangan wartawan di sela proses autopsi di RS Bhayangkara Semarang, Jl. Brigjen Katamso, Minggu (11/7) malam. Disebutkan, di ponsel korban terdapat sms berupa ancaman agar tidak mengganggu istri kakak (yang diduga pelaku pembacokan).

Beredar juga informasi bahwa saksi mata telah diamankan polisi, sehingga wartawan kesulitan mengkroscek insiden tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku berjumlah 2 orang, berambut pendek, dan berkulit sawo matang. Usai membacok korban, mereka langsung melarikan diri dengan sepeda motor.

Kemudian, korban ditolong satpam dan tukang parkir Rumah Brownies, Jl Setiabudi. Posisinya tertelungkup di dekat tempat sampah. Tubuhnya penuh luka bacokan. Korban tak memakai pakaian dinas, melainkan jaket dan bersandal.

Valid tidaknya informasi itu belum terkonfirmasi. Pasalnya, sejauh ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan.

Sementara itu, hingga Minggu tengah malam, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara. Belum ada tanda-tanda jenasah akan dibawa ke rumah duka, Madiun, Jawa Timur (sebelumnya ditulis Kediri, Jawa Timur). Padahal sebuah ambulans telah disiapkan beberapa jam sebelumnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…