Senin, 12 Juli 2010 13:21 WIB Sragen Share :

Perpeloncoan dalam MOS dilarang

Sragen (Espos)–Ratusan ribu siswa SMP/SMA/SMK di sejumlah sekolah di Bumi Sukowati melakukan masa orienstasi siswa (MOS) dengan beraneka ragam kegiatan mulai Senin (12/7). Selama pelaksanaan MOS, panitia dilarang melakukan perpeloncoan dan penggonjlokan.

Pelaksanaan MOS di SMK Kedawung dihadiri langsung Bupati Sragen Untung Wiyono. Sementara pelaksanaan MOS di sekolah lainnya mulai berjalan dengan materi awal pendidikan bela negara. Kepala SMAN 3 Sragen, Sumarsono saat ditemui Espos, Senin, mengungkapkan, setidaknya 325 siswa SMAN 3 Sragen yang mengikuti MOS. Materi pendidikan MOS, kata dia, sudah ditentukan, mulai dari pendidikan bela negara, budi pekerti, wawasan nusantara, UUD, Pancasila, wiyata mandala, baris berbaris dan outbound.

“MOS ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada siswa baru agar betah dan senang di sekolah. Dengan kondisi belajar mengajar yang menyenangkan, diharapkan siswa baru bisa berprestasi. Praktik-praktik perpeloncoan atau penggonjlokan dilarang dilakukan. Pakaainnya pun tidak aneh-aneh. Makanannya juga biasa, nasi ya nasi. Jangan sampai siswa baru ditakut-takuti,” ujarnya.

trh

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…