Senin, 12 Juli 2010 16:59 WIB Sukoharjo Share :

Pencairan ADD, dewan desak Bagian Pemdes tak persulit

Sukoharjo (Espos)–Dewan meminta pemerintah desa (Pemdes) tidak mempersulit pengajuan permohonan alokasi dana desa (ADD) menyusul kurang lima bulan dana tersebut belum kunjung cair.

Tuntutan tersebut disampaikan komisi I dalam kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar di Bagian Pemdes Setda, Senin (11/7). Informasi yang dihimpun, belum bisa dicairkannya ADD menyebabkan sejumlah pembangunan baik fisik maupun nonfisik di wilayah desa terhambat. Pasalnya, untuk pembangunan tersebut tidak ada dana yang tersedia.

Anggota komisi I, Sunardi mengatakan, tahun anggaran (TA) 2010 sudah berjalan hingga enam bulan. Sehingga hanya lima bulan yang tersisa hingga habisnya TA. “Kami minta kepada Bagian Pemdes agar pengajuan ADD dipermudah. Janganlah dipersulit karena sekarang tinggal lima bulan,” jelas Sunardi, Senin.

Sunardi menambahkan, pada tahun lalu ADD baru bisa dicairkan sekitar November. Bahkan, ada beberapa desa yang mencairkan ADD seusai TA 2009. Kondisi demikian, imbuh dia, menyebabkan pembangunan di desa tidak bisa dilaksanakan secara optimal alias terhambat. Hal senada disampaikan anggota Komisi I, Agus Sumantri. Dia mengatakan, Bagian Pemdes harusnya mempermudah pencairan ADD. Agus juga meminta Bagian Pemdes memberikan contoh format pengajuan ADD. Tujuannya agar perangkat desa tinggal mencontoh dan mengisi format yang ada dengan cara sesederhana mungkin.

aps

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…