Senin, 12 Juli 2010 11:39 WIB Ekonomi Share :

Kenaikan TDL, pengusaha curhat ke SBY

Jakarta–Sekitar 20 asosiasi pengusaha mendatangi kantor kementerian peridustrian untuk menemui menteri perindustrian, MS Hidayat, guna membahas Tarif Dasar Listrik (TDL) baru yang kini masih ‘bermasalah’.

Para pengusaha memaparkan soal perhitungan tarif dasar listrik (TDL) baru, yang dinilai membingungkan para pengusaha, bahkan besarannya dianggap melebihi ekspektasi.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi mengatakan dalam waktu dekat para pengusaha akan mengajukan pertemuan dengan Presiden SBY untuk menyampaikan masalah ini. “Kita akan segera buat suratnya,” kata Suryadi saat ditemui di kantor kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Senin (12/7).

Ia mengaku sangat bingung dengan adanya tarif baru saat ini karena fakta dilapangannya kenaikan TDL lebih besar dari yang dijanjikan pemerintah. Sehingga kata dia peran Menperin sangat penting untuk menyampaikan masalah ini ke tingkat rapat kebinet untuk bisa dipertimbangkan oleh Presiden.

Sementara itu Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ernovian G Ismy mengatakan kenaikan TDL yang dialami oleh sektor tekstil diluar dari yang dijanjikan. Saat ini faktanya perusahaan-perusahaan tekstil haru menanggung kenaikan TDL 35%-47%. “Padahal janji awalnya hanya 6-12%,” jelasnya.

Ia mencontohkan ada salah satu perusahaan tekstil bidang pemintalan di Jawa menggunakan daya 6930 kva. Tagihan listrik per bulan perusahaan tersebut mencapai kurang lebih  Rp 2,3 miliar dengan TDL(2003) Rp 439 kwh diluar beban puncak. Sementara setelah ada TDL baru (2010) tagihannya mencapai Rp 3,2 miliar dengan perhitungan TDL 2010 Rp 680 per kwh.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…