Senin, 12 Juli 2010 16:56 WIB Sragen Share :

Kapolres Sragen
Komnas HAM & Kompolnas tidak prosedural

Sragen (Espos)–Tindakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dinilai tidak prosedural dalam turut serta mengawasi kasus kematian seorang tahanan di Mapolres Sragen.

Langkah dua lembaga negara itu belum memberitahukan kepada Kapolda Jateng sebagai pimpinan kepolisian daerah yang membawahi Polres Sragen. Penegasan itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra kepada wartawan dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Senin (12/7).

Dalam kesempatan itu, Kapolres Sragen didampingi Kabag Bina Mitra Kompol Yuliana dan Kasatreskrim AKP Y Subandi. Kapolres mempersilakan pihak-pihak tertentu untuk melakukan gugatan terhadap Polres Sragen tentang penanganan kasus kematian aktivis atas nama Suharno alias Bayan, 50, warga Gabusan RT 21, Tanon, Sragen beberapa waktu lalu.

“Polri ini institusi yang memiliki aturan prosedurnya. Komnas HAM dan Kompolnas itu tidak prosedural untuk meminta klarifikasi ke Polres Sragen, karena Polres Sragen di bawah Polda Jateng. Mestinya ada surat resmi ke Kapolda dulu, baru nanti ada perintah ke Polres Sragen untuk menerima kedatangan mereka. Kami menghormati dan menghargai lembaga negara itu, tetapi mereka juga harus menghargai Polri,” tegas Kapolres.

trh

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…