Senin, 12 Juli 2010 19:33 WIB Wonogiri Share :

Harga beras terus meroket

Wonogiri (Espos)–Kenaikan harga beras terjadi di beberapa wilayah Wonogiri. Kenaikan harga rata-rata terjadi pada beras yang berasal dari pasokan luar kota.

Informasi yang dihimpun Espos dari beberapa pedagang di area Pasar Wonogiri, menyebut, kenaikan harga beras bervariasi. Seperti halnya beras bermerek SN asal Klaten ukuran 25 kilogram yang mereka jual seharga Rp 165.000.

Sebelum terjadi kenaikan harga, beras jenis itu biasa dijual seharga Rp 155.000. Sementara untuk ukuran lima kilogram, beras itu dijual seharga Rp 35.000 dari harga sebelumnya, yakni Rp 32.500. “Kenaikan mulai sekitar sepekan ini,” jelas salah satu pedagang di Pasar Wonogiri, Nanik kepada Espos, Senin (12/7).

Kenaikan itu juga dirasakan oleh warga Selogiri. Salah satu pengelola warung makan di kawasan Pasar Selogiri, Titik, mendapatkan beras seharga Rp 6.800 perkilogramnya. Harga untuk jenis beras yang biasa dibelinya itu, sebelumnya dapat ia peroleh dengan Rp 5.500. “Kalau beli di penggilingan bisa mendapat harga Rp 6.500,” jelasnya.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Industri, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Wonogiri, Supardi, mengatakan kenaikan harga tersebut rata-rata terjadi pada beras dari luar wilayah Wonogiri.

m85

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…