Senin, 12 Juli 2010 16:45 WIB News Share :

Evalusi Kabinet SBY, Oktober jadi titik terpanas Setgab


Jakarta–
Evaluasi Presiden SBY pada Oktober mendatang dinilai menjadi titik terpanas internal Sekretariat Gabungan. Setelah kinerja Menteri di KIB II dievalusi oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

Hal ini dikatakan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bakti di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/7). “Biasanya nanti tahun pertama akan terjadi reshuffle. Nanti kita lihat saja Oktober. Ini akan menjadi suatu titik panas di dalam Setgab,” kata Ikrar.

Apalagi, karena ada sejumlah menteri yang mendapat rapot merah. Jika nanti mulai bulan Juli, Agustus dan September ada perbaikan mendasar dari menteri yang dapat rapot merah, mungkin posisi bisa dipertahankan.

“Kalau tidak, ya tidak musahil ada resuffle,” kata dia.

Menurut dia, pertanyaanya yang ada nantinya, apakah kabinet yang akan dibentuk itu tetap seperti sekarang berbasis partai atau atas dasar penilaian profesionalisme di kabinet. Kalau kabinet yang mengutamakan profesionalisme dari pada kursi di parlemen, bukan mustahil resuffle akan lebih semarak.

Akibatnya, akan ada prokontra di antara parpol, karena kursinya di kabinet berkurang. Apalagi, kabinet bukan hanya soal menteri saja, tapi tuntutan parpol dan menjadi bagian. Kalau Presiden SBY bermain aman, tidak akan mengubah komposisi, mungkin hanya mengganti orangnya saja.

“Kalau utamakan zaken kabinet bukan mustahil demi keadilan, PKS dan Golkar tidak akan bertambah atau berkurang,” ucapnya.

inilah/isw

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…