Senin, 12 Juli 2010 14:45 WIB News Share :

8 Rumah roboh diterjang gelombang pasang

Mataram–Gelombang pasang kembali menerjang Desa Labuan Lalar, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, mengakibatkan sedikitnya delapan rumah warga roboh dan 26 lainnya terpaksa dibongkar.

Kepala Desa Labuan Lalar, Kecamatan Taliwang, Khairul Razikin, kepada wartawan di Mataram, Senin (12/7) mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat bencana alam yang terjadi Senin (12/7) sekitar pukul 09.00 WITA itu, namun ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa mengungsi ke rumah keluarga.

“Bencana gelombang pasang tersebut menimpa warga di tiga dusun di Desa Labuan lalar, yakni Dusun Bangsal, Warak A dan Warak B yang kebetulan rumah mereka berada sangat dekat dengan bibir pantai,” katanya seusai mengikuti pertemuan Kepala Desa se-NTB terkait dengan program pengentasan kemiskinan.

Ia mengatakan, hingga kini gelombang pasang masih terjadi, kendati sudah mulai mereda dan diperkirakan masih terjadi hingga besok (13/7), karena itu masyarakat diimbau tetap waspada.

Menurut Khairul, gelombang pasang seperti itu sudah terjadi  tiga kali dalam setahun, yakni pada setiap bulan purnama tanggal 15,16 dan 17. Selain kejadian kali ini, pada tahun 2009 terjadi pada 25 Mei mengakibatkan enam rumah roboh, pada Mei 2008 dilaporkan 10 rumah roboh.

“Rumah warga  Desa Labuan Lalar terutama di pinggir pantai sepanjang sekitar 500 meter rawan bencana gelombang pasang, karena dibangun sangat dekat dengan bibir pantai, sedangkan rumah yang rusak umumnya rumah panggung,” ujarnya.

Dia mengatakan, rumah yang rusak dan roboh diterjang gelombang pasang di Desa Labuan Lalar merupakan rumah deretan ketiga, sebelumnya bencana tersebut telah menghabiskan dua deretan rumah yang lokasinya paling dekat dengan bibir pantai.

Karena itu, katanya, rumah warga di Desa Labuan Lalar terutama yang berada di sepanjang pantai akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dan lokasinya sekitar satu kilometer dari pantai tersebut.  Lahan untuk tempat pembangunan rumah warga telah disediakan oleh Pemkab Sumbawa Barat.

“Sejumlah pejabat dari instansi terkait di Sumbawa Barat telah turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi warga yang tertimpa bencana sekaligus melakukan pendataan dalam rangka relokasi rumah penduduk,” ujarnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…