Minggu, 11 Juli 2010 19:39 WIB Solo Share :

Satpol PP Solo bakal beli “senjata”

Solo (Espos)–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo berencana membeli “senjata” yang mendukung kinerja petugas Satpol PP. Namun tak seperti pemerintah daerah (Pemda) lain, Satpol PP Solo membeli “senjata” berupa peluit.

Biaya pengadaan peluit pun tak bakal memberatkan APBD kota. Untuk membeli satu unit peluit, Satpol PP Solo hanya harus merogoh kocek Rp 50.000/buah, atau Rp 1 juta untuk membeli 20 unit peluit. Seperti diketahui, pengadaan senjata bagi Satpol PP telah mendapat legalitas dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi. Pemberian izin penggunaan senjata api, disebutkan dalam Peraturan Menteri No 26 Tahun 2010 Tentang Penggunaan Senjata Api bagi Satpol PP.

Namun, Kepala Satpol PP Solo, Hasta Gunawan menegaskan Satpol PP Solo sejauh ini tidak membutuhkan senjata, seperti pistol, pentungan maupun tameng untuk melindungi diri. Hasta menerangkan, sejauh ini Satpol PP Solo dapat bekerja meski tanpa senjata. Untuk bertugas dengan baik, ada hal lain yang lebih penting ketimbang senjata bagi seorang Satpol PP, yaitu jaminan keselamatan diri dalam bentuk asuransi dan kepastian kesejahteraan melalui jaminan makanan.

“Sejak sekitar tahun 1995, saat Trantib (Ketentraman dan Ketertiban-<I>red<I>) berubah jadi Satpol kita memang tidak punya senjata. Yang lebih penting adalah memberikan asuransi dan jaminan makan untuk Satpol,” ungkap Hasta, saat ditemui wartawan, di Balaikota, Jumat (9/7).

Terkait rencana pengadaan “senjata” berupa peluit, Hasta mengatakan peluit penting untuk membantu petugas Satpol PP. Dua puluh peluit itu rencananya bakal diberikan sebagai “senjata” bagi petugas Satpol PP di Balaikota dan petugas yang diperbantukan untuk pengamanan lalu lintas.

tsa

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…