Minggu, 11 Juli 2010 22:59 WIB Karanganyar Share :

Proyek DAK 2010 terancam molor


Karanganyar (Espos)–
Proyek dana alokasi khusus (DAK) 2010 di Kabupaten Karanganyar terancam molor. Hal itu menyusul petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) kegiatan itu dari pemerintah pusat yang tidak kunjung terbit.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahgraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar, Sri Suranto, kepada wartawan menjelaskan sekolah-sekolah setempat menerima bantuan senilai Rp 30 miliar melalui DAK 2010. Namun demikian sejauh ini belum jelas apakan dana DAK akan dimanfaatkan untuk peningkatan mutu pendidikan atau sarana prasarana fisik.

“Semula peruntukkannya memang bagi peningkatan mutu atau kualitas pendidikan, tetapi kemudian ada informasi bisa untuk fisik juga. Sekarang ini kami masih menunggu kejelasan dari pusat,” ungkapnya sesaat sebelum mengikuti rapat anggaran di DPRD, akhir pekan lalu.

Sri Suranto mengatakan, untuk pelaksanaan DAK 2010, pihaknya bersama instansi terkait lain masih melakukan survei dan inventarisasi terhadap sekolah-sekolah penerima. Menurut dia, Disdikpora Kabupaten Karanganyar justru berharap DAK 2010 tetap diperuntukkan guna perbaikan sarana prasarana fisik mengingat banyaknya sisa lokal yang masih rusak.

Dikemukakan dia, data di Disdikpora menyebutkan sampai tahun 2010 ini setidaknya terdapat lokal atau ruang kelas SD rusak sebanyak 637 buah, meliputi 424 lokal rusak ringan dan 213 lainnya rusak berat. Jumlah itu mencapai hampir 20% dari total lokal sebanyak 3.232 buah.

try

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…