Minggu, 11 Juli 2010 09:14 WIB News Share :

Pengemudi Avanza sebut pemukul Tama orang terlatih

Jakarta — Pengemudi Toyota Avanza, TR melihat jelas peristiwa penganiayaan atas aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun. Awalnya dia mengaku itu hanya kecelakaan lalu lintas, namun kemudian dia yakin itu penganiayaan setelah melihat pelaku mengeluarkan samurai.

“Kejadiannya 5 sampai dengan 10 menit. Jadi memang sudah terlatih (penganiaya) ya,” kata TR saat ditemui wartawan di Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7) malam.

Saat pelaku mengeluarkan samurai, TR mengaku langsung merasa peristiwa itu bukan kecelakaan biasa. “Ini berarti sudah direncanakan. Kalau kecelakaan lalu lintas enggak mungkin ada samurai. Berarti ada yang enggak beres,” imbuhnya.

TR mengaku dia tidak diam saja melihat kejadian itu. Dia mengklakson dan memberikan tanda dengan lampu jauh.

“Pelaku itu masih pegang samurainya. Saya tabrak. Tiga motor kabur, yang 1 ketinggalan karena dia nunggu yang jatuh ini. Tapi saya setengah hati enggak benar-benar nabrak. Yang penting dia lumpuh aja, terluka saja biar enggak jadi ada pembunuhan,” tutupnya.

TR saat ditemui wartawan memberikan keterangan yang berubah-ubah. Awalnya dia mengaku diperiksa pada Sabtu siang sejak pukul 11.30-15.30 WIB di sekitar RS Asri tempat Tama dirawat. Namun belakangan dia mengaku diperiksa di Mapolres Jaksel.

Beberapa kali, TR dalam wawancara juga menerima panggilan telepon. Kata-kata ‘Siap Ndan’, yang diduga kuat merujuk kepada kata komandan dia sebutkan beberapa kali.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…