Minggu, 11 Juli 2010 11:11 WIB News Share :

Pelaku penyerang aktivis ICW 8 Orang

Jakarta–Pengemudi Toyota Avanza, TR yang menyaksikan penganiayaan atas aktivis ICW Tama S Langkun buka mulut. Dia menyebut, penganiaya Tama berjumlah lebih dari 4 orang.

“Total jumlahnya 8 orang. Motornya enggak ada nomor polisi, motor laki-laki semua, Yamaha Scorpio dan Vixion,” kata TR saat ditemui wartawan, di Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (10/7/2010) malam.

TR menceritakan, saat peristiwa itu terjadi Kamis 8 Juli dini hari, 2 sepeda motor menjepit motor yang dikendarai Tama dan temannya Khaddafi.

“Iya ditendang. Jadi korbannya di tengah, pelaku di kiri dan kanan. Di tendang ke kanan. Pelaku ikut jatuh juga karena ketiban motornya. Motor ada 4, total 8 orang,” imbuhnya.

Saat peristiwa itu terjadi, 2 motor yang dinaiki 4 orang beraksi menganiaya Tama, sedang 4 orang lainnya dengan 2 motor juga mengawasi tidak jauh dari lokasi, sekitar 50-100 meter.

“Saya enggak lihat wajahnya karena memakai helm. Mereka seperti orang dari Indonesia Timur. Mereka mukulin pakai tangan, tidak puas kemudian pakai kaki. Mereka juga bawa samurai, ditaruh di pinggan kanan,” jelasnya.

Saat itu TR mengaku dia dalam perjalanan dari Puncak, Bogor menuju kawasan Jl Veteran, Jakpus. “Rumah saya di Jagakarsa, itu bukan mobil saya, mobil rental, tapi saya yang mengelola,” imbuhnya.

Kepada wartawan, TR mengaku saat peristiwa penganiayaan terjadi mobilnya ada beberapa meter dari lokasi. Saat itu dia sedang melintas, dan kebetulan terjadi peristiwa itu.

TR saat ditemui wartawan memberikan keterangan yang berubah-ubah. Awalnya dia mengaku diperiksa pada Sabtu siang sejak pukul 11.30-15.30 WIB di sekitar RS Asri tempat Tama dirawat. Namun belakangan dia mengaku diperiksa di Mapolres Jaksel.

Beberapa kali, TR dalam wawancara juga menerima panggilan telepon. Kata-kata ‘Siap Ndan’, yang diduga kuat merujuk kepada kata komandan dia sebutkan beberapa kali.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…