Minggu, 11 Juli 2010 17:02 WIB News Share :

KPK senasib dengan ICW

Jakarta–Memberantas korupsi di negeri ini, selalu saja ada hambatannya. Aktivis Tama S Langkung dikeroyok orang, sedangkan pimpinan KPK Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah berhadapan dengan pengadilan. KPK pun merasa senasib dengan ICW.

“Kita juga dari KPK mengalami rekayasa terhadap kawan kita Bibit-Chandra. Analoginya hampir sama, ini adalah penganiayaan. Tama lebih banyak ke fisik, kalau KPK ke hukum,” kata Wakil Ketua KPK M Jasin, usai menjenguk Tama di RS Asri, Jl Duren Tiga, Jakarta, Minggu (11/7/2010).

ICW dan juga Jasin secara pribadi memberikan dukungan kepada Tama yang terkena musibah. Jasin meminta agar masyarakat sipil dan LSM tidak surut dalam berjuang memberantas korupsi.

“Perjuangan membuat Indonesia lebih baik dan bersih dari KKN ternyata tantangannya besar. Harus ada rasa bersama bahwa korupsi adalah musuh bersama dan membuat bangsa terpuruk,” kata Jasin.

Aksi pengeroyokan Tama, diyakini Jasin tidak akan menjadi intimidasi terhadap para penggiat antikorupsi. Pemberantasan korupsi adalah jalan untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kita bekerja untuk masyarakat disertai doa. Kita kan bukan untuk mencelakakan orang lain,” tutup Jasin.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…