Minggu, 11 Juli 2010 22:19 WIB Karanganyar Share :

Kasus GLA, Satgas Anti Mafia Hukum turun tangan

Karanganyar (Espos)--Satgas Pemberantasan Mafia Hukum ikut turun tangan terkait kasus dugaan korupsi proyek Griya Lawu Asri (GLA). Hal itu setelah lembaga tersebut mendapat pengaduan LSM Aktivis Peran Serta Masyarakat di Kabupaten Karanganyar.

Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Kuntoro Mangkusubroto, dalam suratnya kepada Ketua LSM Aktivis Peran Serta Masyarakat, Tukino Muhadi, menyatakan telah menerima surat dari yang bersangkutan yang melaporkan Aparat Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Semarang dan Bupati Karanganyar Rina Iriani SR terkait dugaan korupsi dana subsidi dari Menpera.

Namun Kuntoro yang juga Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP), seperti disampaikan dalam salinan suratnya yang diterima wartawan, menyebutkan pihaknya memerlukan tambahan data dan/atau informasi pendukung untuk membuktikan adanya praktik mafia hukum dalam kasus yang diadukan dimaksud.

“Data dan/atau informasi tersebut dapat berupa bukti-bukti yang mendukung adanya dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pihak yang saudara adukan. Hal itu sangat berguna bagi Satgas untuk menindaklanjuti pengaduan saudara,” ujar Kuntoro dalam surat dengan kop Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum bertanggal 22 Juni 2010 itu.

try

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…