Minggu, 11 Juli 2010 19:27 WIB Solo Share :

Jumlah PKL Kapten Mulyadi membengkak

Solo (Espos)–Jumlah pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jl Kapten Mulyadi membengkak menjadi 238 PKL. Hasil pendataan pada akhir Juni itu, menunjukkan jumlah PKL bertambah 42 PKL dari pendataan awal yang hanya 196 PKL.

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo, Subagiyo mengatakan pendataan yang dilakukan akhir Juni merupakan data akhir jumlah PKL Kapten Mulyadi yang tidak bisa direvisi lagi. Selama ini, dia mengakui, jumlah PKL cenderung bertambah menyusul karakter PKL di sepanjang jalan itu yang tidak berjualan secara permanan di lokasi.

“Kadang hari ini siang jualan, besoknya tidak. Bahkan kadang jualan ganti malam. Yang seperti ini menyulitkan pendataan. Tapi pendataan terakhir itu sudah tidak bisa berubah lagi, total ada 238 PKL,” jelas Subagiyo, saat ditemui wartawan, di Balaikota, Jumat (9/7).

Menurut Subagiyo, jumlah PKL Kapten Mulyadi mempengaruhi kebutuhan los/kios di pasar tradisional yang harus disediakan pihaknya untuk merelokasi PKL. Sejauh ini, dia menyebutkan, seluruh PKL yang memenuhi syarat telah mendapat ganti tempat di sejumlah pasar tradisional. Subagiyo mengakui masih ada beberapa lokasi yang belum siap digunakan, namun menurutnya, PKL tetap diizinkan menempati lahan kosong yang tersedia. Hal semacam itu diberlakukan khusus bagi PKL yang direlokasi ke Pasar Klithikan Notoharjo.

“Kami tidak bisa berharap banyak dari anggaran perubahan, mungkin baru di APBD 2011 kami ajukan anggaran untuk pembangunan selter di Pasar Notoharjo. Sebelumnya, PKL bisa menggunakan lahan kosong yang ada di lokasi,” sambung Subagiyo.

tsa

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…