Sabtu, 10 Juli 2010 17:55 WIB Ekonomi Share :

Utang Pemerintah bengkak Rp 22,19 triliun

Jakarta–Jumlah utang pemerintah Indonesia selama semester I-2010 tercatat sebesar Rp 1.612,85 triliun. Bertambah Rp 22,19 triliun dari jumlahnya di akhir tahun 2009 yang sebesar Rp 1.590,66 triliun.

Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah mencapai US$ 177,57 miliar, bertambah US$ 8,35 miliar dari jumlah di akhir 2009 yang sebesar US$ 169,22 miliar.

Demikian data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip detikFinance, Sabtu (10/6/2010).

Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 63,51 miliar dan surat berharga US$ 114,06 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 6.253,79 triliun, maka rasio utang Indonesia tercatat sebesar 26%.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir Juni 2010 adalah:

* Bilateral : US$ 39,16 miliar

* Multilateral: US$ 21,45 miliar

* Komersial : US$ 2,84 miliar

* Supplier : US$ 60 juta.

Peningkatan signifikan terjadi pada jumlah utang dalam bentuk surat berharga negara atau obligasi yang nilainya meningkat menjadi US$ 177,57 miliar, dari jumlah di akhir 2009 yang sebesar US$ 169,22 miliar.

Jumlah utang Indonesia jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun, namun rasio utang terhadap PDB memang menunjukkan penurunan. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya PDB Indonesia.

Berikut catatan utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 berikut rasio utangnya terhadap PDB:
* Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)

* Tahun 2001: Rp 1.646,32 triliun (77%)

* Tahun 2002: Rp 1.821,83 triliun (67%)

* Tahun 2003: Rp 2.013,68 triliun (61%)

* Tahun 2004: Rp 2.295,83 triliun (57%)

* Tahun 2005: Rp 2.774,28 triliun (47%)

* Tahun 2006: Rp 3.339,48 triliun (39%)

* Tahun 2007: Rp 3.949,48 triliun (35%)

* Tahun 2008: Rp 1.4.954,03 triliun (33%)

* Tahun 2009: Rp 5.613,44 triliun (28%)

* Juni 2010:  Rp 6.253,79 triliun (26%)

dtc/isw

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…