Sabtu, 10 Juli 2010 19:58 WIB Karanganyar Share :

Tewas tak wajar, makam Joko dibongkar

Karanganyar (Espos)–Makam Joko Purnomo, warga Kurahan, Desa Karangrejo, Kerjo, yang meninggal lantaran diracuni oleh istrinya sendiri, Suparmi, 36, Sabtu (10/7) pagi, dibongkar.

Pembongkaran makam korban dilakukan guna autopsi terhadap tubuh Joko Purnomo yang meninggal pada Sabtu (12/6) sore dan dimakamkan hari berikutnya. Sebelum meninggal, salah satu teman akrab korban, Sutoyo, 37, datang ke rumah korban. Sutoyo mendapati Joko tengah tidur.

“Saya waktu itu mau mengajaknya mencabut singkong,” ujar Sutoyo saat ditemui wartawan di permakaman, Sabtu (10/7).

Sebelumnya, Joko meracik minuman suplemen dan meminumnya separo gelas. Setelah mencabut singkong, Joko meminum sisa minuman yang masih di gelas. Tapi, rasa minuman itu menjadi aneh. Dia lalu bertanya pada istrinya, dikasih apa pada minumannya.

Istrinya menjawab, tidak dikasih apa-apa. “Dua menit kemudian, tangan dan kaki korban tiba-tiba kejang. Dia juga sempat melarang istrinya untuk tidak membuang sisa minuman,” ungkap Sutoyo.

Melihat kondisi rekannya seperti itu, Sutoyo pun melarikannya ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas angkat tangan. Joko lalu dilarikan ke RSUD Sragen. Belum sampai di RS, korban telah meninggal dunia. Pipi dan leher korban berwarna hitam. “Saya mau memberinya minyak goreng untuk menetralisir racun, tapi tidak bisa karena lidahnya menjulur keluar.”

Sebelumnya, Joko pernah bercerita ke Sutoyo bahwa beberapa kali dia diracun oleh istrinya, baik dengan kopi maupun minuman suplemen. Tapi, percobaan itu tidak berhasil. Korban sempat mengira kopi yang diminumnya kadaluwarsa. Bahkan, pernah suatu ketika korban pingsan setelah minum minuman suplemen. Kondisinya pun pulih setelah minum air kelapa.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Djoko Satriyo Utomo membenarkan percobaan pembunuhan Suparmi terhadap suaminya, Joko Purnomo, menggunakan racun. Tersangka telah ditangkap pada Jumat (18/6) lalu.

m85

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…