Sabtu, 10 Juli 2010 17:17 WIB Pendidikan Share :

SMK harus siap double shift


Solo (Espos)-
-Sekolah kejuruaan harus menyiapkan program double shift untuk lebih memanfaatkan penggunaan sarana dan prasana penunjang. Sehingga kelengkapan sarana dan prasarana dapat dimaksimalkan.

Direktur Pembina SMK Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Joko Sutrisno menyayangkan apabila kelengkapan sarana dan prasarana penunjang di sekolah belum dimanfaatkan secara optimal untuk proses pembelajaran.

Dia mengatakan, jika perlu kelengkapan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan siswa pada kelas sore maupun malam hari.

“Sayang ya fasilitas sudah lengkap tetapi penggunaannya hanya sampai siang saja,” jelas dia ketika dijumpai Espos di Solo, Jumat (9/7).

Dia mengatakan, meskipun beberapa sekolah telah melaksanakan double shift namun beberapa sekolah lainnya belum berkomitmen untuk membuka materi pembelajaran seusai jam sekolah. Dia mengatakan, jika sekolah tersebut berupaya untuk membuka kelas sore maupun malam, pihaknya juga akan menganggarkan dana insentif bagi tenaga pendidik untuk memberikan pembelajaran bagi siswa.

das

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…