Sabtu, 10 Juli 2010 19:11 WIB News Share :

Munas HKTI diminta bersih dari Money Politic

Jakarta–Ajang munas ke-7 Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) wajib bersih dari praktek money politics. Agar nama baik organisasi itu terjaga dan mampu menarik kader muda demi regenerasi kepemimpinan.

Demikian tanggapan salah seorang kandidat Ketum HKTI, Muhammad Jafar Hafsah, soal isu money politic di munas HKTI. Jafar ditemui di sela persiapan pelantikan pengurus DPP PD 2010-2015 di Raffles Hills, Cibubur, Sabtu (10/7/2010).

“Sungguh disayangkan bila terjadi, sebab akan merusak generasi muda HKTI. Ini kan organisasi besar, jadi harus dijaga nama baiknya,” kata Jafar.

Menurut jadwal, munas ke-7 organisasi yang punya misi meningkatkan kesejahteraan para petani itu akan digelar di Bali pada 12-15 Juli 2010. Kandidat lain pesaing Jafar adalah Prabowo Subiyanto (incumbent Ketua HKTI), Sutiyoso, dan Oesman Sapta Odang.

Empat kandidat semuanya dikenal mempunyai latar belakang politik dan sama-sama saling klaim mengantongi dukungan paling banyak. Tak aneh ada kekhawatiran praktek money politics untuk saling memperebutkan simpati anggota organisasi tani yang diyakini telah memberi sumbangan suara signifikan bagi Partai Gerindra dalam Pemilu 2009 itu.

“Ya semoga tidak ada money politik, munas berjalan demokratis dan menunjukan HKTI organisasi modern. Positifnya banyak kaum muda tertarik gabung di HKTI,” harap Jafar yang di DPP PD menjabat Ketua Departemen Kesra.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…