Sabtu, 10 Juli 2010 12:31 WIB News Share :

Maaf Luna-Cut Tari dinilai hanya dagelan

Jakarta–Permintaan maaf Luna Maya dan Cut Tari dianggap pakar komunikasi sebagai dagelan dan hanya untuk menenangkan masyarakat. Permintaan maaf itu bisa menghilangkan aksi anarkis.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Ade Armando, dosen komunikasi FISIP UI. “Saya rasa sama seperti dagelan saja. Minta maaf untuk apa tidak jelas. Mereka (Cut Tari dan Luna Maya) melakukan ini kemungkinan besar hanya ingin menenangkan masyarakat yang memang memojokkan mereka,” ujar Ade Armando yang dihubungi via telepon.

Meskipun begitu, Ade Armando tetap mempertanyakan dampak permintaan maaf Luna Maya dan Cut Tari terhadap kelanjutan sikap kepolisian dalam memperkarakan kasus penyebar video tersebut.

“Sebenarnya, kenapa harus minta maaf dan terhadap hal apa, saya tidak mengerti. Mereka minta maaf karena sudah berhubungan seksual? Mereka minta maaf karena sudah merekam? Apakah mereka menjelaskan secara jelas soal ini? Tidak hanya itu, saya harap pihak kepolisian di lain pihak menindak tegas pelaku penyebaran video ini agar memberi efek jera yang besar,” tandas Ade Armando.

Ade Armando melihat tindakan Luna Maya dan Cut Tari sebagai sikap ‘tidak tahan’ atas perlakuan masyarakat luas. “Saya rasa mereka tidak tahan terhadap tekanan masyarakat yang terus-terusan. Untuk proses hukum sendiri, minta maaf kan bukan bagian dari ini semua. Yang saya khawatirkan adalah bukan hukum yang berjalan tapi tekanan masyarakat. Banyak masyarakat yang demonstrasi lantas diibaratkan hukum mutlak.”

Meskipun begitu, sikap kedua artis ini, dinilai mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), sebagai sikap positif guna meminimalisir aksi anarkis di lapisan masyarakat. “Banyak orang yang terus terusan menuntut mereka untuk mengaku dan meminta maaf. Padahal tanpa kedua hal ini, saya rasa sudah jelas kalau memang mereka pelaku dari video tersebut. Permintaan maaf ini cukup baik untuk menenangkan masyarakat.”

inilah/isw

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…