Sabtu, 10 Juli 2010 23:57 WIB Sragen Share :

Keluarga aktivis tewas tolak santunan Polres Sragen

Sragen (Espos)–Keluarga aktivis yang tewas di sel Mapolres Sragen menolak santuan dari pihak Polres Sragen senilai Rp 2 juta dan mengembalikan uang tunai itu ke Polres Sragen, Sabtu (10/7).

Pengembalian santuan itu disampaikan keluarga tahanan dengan surat resmi. Adik kandung korban, Wardoyo, 45, saat ditemui Espos, Sabtu (10/7), mengatakan, pimpinan Polres Sragen Jumat (9/7) lalu menemui seorang warga Gabusan, Tanon, Sragen untuk menyerahkan uang santunan itu. Dana senilai Rp 2 juta itu bukan diberikan kepada keluarga korban melalui teman korban.

Surat penolakan keluarga Suharno itu disampaikan juga ke kuasa hukum aktivis Heru S Notonegoro SH MH di Solo. Wardoyo membuat surat kuasa kepada akvokad asal Konggres Advokad Indonesia (KAI) Solo disertai meterai.

trh

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….